Friday, 20 April 2018

Bahan dan Perlengkapan yang Diperlukan oleh Crafter Pemula (based on my experience)

Assalamualaikum

Alhamdulillah akhirnya tulisan ini jadi juga setelah lama jadi draft..

Tulisan kali ini agak sotoy, judulnya sotoy gitu hehehe
Semua yang ditulis disini based on my experience as newbie yes, pengalaman setiap orang tentu berbeda..

Sebagai newbie, dulu aku sangat penasaran dengan model-model tas yang bersliweran, numpuk-numpuk donlotan tutorial berlagak sok yes mau dieksekusi dan ga sadar dengan kemampuan sendiri, endingnya mah menuhin komputer dan ngabisin kuota hahahaa

Selain pola dan tutorial, aku juga jadi pengabdi gombal dan perlengkapan yang buta, asal beli kayaknya butuh, gitu aja terus sampai tau-tau udah menumpuk ga karuan dan berakhir di kontainer.

Kenapa bisa kayak gitu?
Karena waktu itu aku ga terstruktur, main babat alas aja menuruti hawa nafsu, kepedean bakal bisa eksekusi pola-pola numpuk tadi.

Nah berdasarkan pengamatan dan pengalaman itu, aku pengin berbagi sedikit tulisan tentang newbie di dunia crafter. Kalau menurutku pribadi, proyek yang paling cocok untuk newbie adalah tas tote bag dan pouch sederhana.

Seperti apa tote bag itu?

Tote bag sederhana tidak memerlukan rits/resleting penutup, penampakannya seperti tas seminar kit itu lho, itu jenis yang paling sederhana sekedar jahit lurus aja. Berikut ini contoh tote bag sederhana dari handmadiya:

sumber: handmadiya
Tutorial:
http://www.handmadiya.com/2015/11/diy-canvas-tote-bag.html


Tote bag bisa juga diberi rits dan menjadi tas yang oke dan feminim dengan tambahan kantong depan atau kantong bobok (kantong dalam), tapi untuk pemula mungkin belum perlu pakai.

Ini tote bag alakadarnya ala saya :)



Untuk sebuah tote sederhana, bahan yang diperlukan antara lain:

  1. Kanvas untuk outer.
  2. Katun untuk inner.
  3. Pelapis/lining/staplek/m33 (melapisi kain inner dan outer).
  4. Webbing katun/polyester (lebar menyesuaikan ukuran tas).


Proyek yang kedua adalah pouch.

Untuk pouch, mau ga mau harus belajar jahit resleting :)

sumber: handmadiya

Bahan yang diperlukan antara lain:

  1. Kanvas untuk outer.
  2. Katun untuk inner.
  3. Pelapis/lining/staplek/m33 (melapisi kain inner dan outer).
  4. Resleting dan kepalanya (bisa ukuran 3 aja ya)


Pola pouch bisa mengikuti tutorial dari mbak Anna di link ini ya, 

http://blogjenganna.blogspot.co.id/2017/11/tutorial-menjahit-pouch-sederhana.html

atau di sini

http://www.handmadiya.com/2015/10/linen-zipper-bag-tutorial.html


#iniceritaku

Wednesday, 14 February 2018

[Reviu] Belanja Webbing di Toko Luthan Tanah Abang


Luthan.
Apa yang ada di benak teman-teman crafter kalau mendengar kata luthan?
Yes, webbing yang berwarna-warni dong ya :)


Weekend kemarin, tepatnya hari Sabtu akhirnya kesampaian juga ke toko Luthan setelah sekian lama memendam hawa nafsu untuk belanja kesana :)

Sebenarnya sudah lama tahu toko luthan, termasuk lokasinya juga, tapi karena toko ini ga buka di hari minggu jadilah aku kesulitan mengatur waktu.

Toko luthan ini beralamat di Jalan KH. Mas Mansur No 19, Kebon Kacang dekat dengan Cosmo terrace (thamrin city). Jalur ini termasuk jalur yang padat karena banyak mobil loading barang di daerah Mas Mansur, terlebih jalannya relatif sempit untuk ukuran Jakarta.

Fyi, di Jalan Mas Mansur ini berjejer toko bahan tas, ada toko Soember Baroe, ada Sylvania, dan yang lainnya, tapi aku baru sempet ke Luthan aja ya jadi ceritanya ini tentang toko bernama luthan.

Untuk sampai ke luthan aku menumpang KRL jurusan angke/jatinegara/kampung bandan dari stasiun Manggarai turun di stasiun Karet, sebenernya bisa juga turun di stasiun tanah abang tapi muternya kejauhan kalau naik angkot. Kalau temen-temen mau praktis sih tinggal naik ojek online aja (kalau aja ada ojek khusus wanita mungkin aku milih ojek juga), bisa juga taksi online tapi ya itu macet banget.

Karena aku naik KRL, turun di Karet kita harus menyeberang ke arah angkot 03 yang ngetem, nyebrang disini meti ekstra hati-hati karena kita melewati rel dan jalan yang bersimpangan ga karuan. Selanjutnya tinggal naik angkot 03 deh, turunnya di jembatan penyeberangan kira-kira 50m kali ya setelah Cosmo terrace/thamrin city, nyeberang jembatan, jalan kaki dikit ketemu deh Luthan, toko ini di paling pinggir, tokonya ga luas tapi lumayan lega, rapi barangnya, paling-paling kita harus bersabar dan merapat ke pinggir karena pramuniaga toko/kurir barang yang lalu lalang keluar masuk toko bawa barang segede gaban.


Selain menjual webbing, toko ini juga menjual bisban, rits/resleting dan aksesoris bebesian perlengkapan bikin tas handmade, tapi emang etalasenya ga banyak yang bebesian itu. Webbing yang dijual disini macem-macem dari bahan katun, pollycotton, dan pollyester dengan berbagai ukuran lebar, kalau yang lazim digunakan sih ukuran 3.8cm sama 2.5cm.

Oh ya sekarang ada webbing pelangi juga lho, webbing kekinian di kalangan crafter, jadi kalo masuk luthan ini hilang deh pikiran kalau webbing itu selalu polos :)


Kalau soal harga, toko ini jualnya grosiran jadi harus beli seroll untuk webbingnya dan memang jauh lebih hemat ya dibandingkan beli ecer di online shop. Tapi mungkin akan terasa berat kalau harus beli per roll tiap warna, kecuali memang usaha handmadenya sudah skala besar :) bukan sampingan lagi.

Fyi, untuk harga webbing pelangi harganya di atas 350.000/roll dengan isi sekitar 50 yard dan ukuran lebar 3.8cm dan 5cm. Sedangkan untuk webbing polos bervariasi antara 70.000 - 90.000an tergantung lebar dan bahannya. Isi webbing polos per rollnya  sekitar 30 yard atau 27 meter.



Kalau dari sisi kualitas, webbing yang paling bagus jelas yang bahannya katun, seratnya padat, lebih halus, dan agak tebal. Nomor dua tentu pollycotton, campuran pollyester dan katun, kalau menurutku varian ini yang paling nyaman karena seratnya masih rapat, tidak terlalu tebal, dan lebih glossy atau mengkilap jadi ga gampang kotor kaya yang bahannya katun. Yang terakhir adalah pollyester, webbing pollyester banyak digunakan pada tas-tas pabrikan, karakternya ya kaya tas pabrikan, seratnya renggang dan mudah brudul.

Nah berpindah ke sisi bawah lemari etalase luthan, kita bakal ketemu sama yang namanya kain JW, kalau dilihat dan dipegang sih mirip chiffon denim waterproof yang dijual ols di group. Apa memang sama dan hanya beda nama penyebutan? I dunno, ga bisa mastiin juga karena chiffon yang di rumah ga aku bawa ke luthan. Secara motif dan material sih mirip kalau aku bilang, dan harganya amazing banget under 30k/yard, murce dong....
Ohya aku lupa ga nanya bisa ecer ga kain ini, tapi kalau merhatiin harga yang dipasang (harga per yard) logikanya bisa karena yang webbing itu harga yang dipasang juga per roll bukan meter.


Warna-warnanya pastel dan bikin melting....
Ahhh...pengin beli deh tapi berhubung udah kalap beli webbing yang ternyata aduhai beratnyo :(
Tips buat kalian yang mau beli dalam jumlah banyak dan naik KRL, baiknya siapin trolly buat bawa barangnya, asli berat. Atau mending go send in aja tu belanjaan kalau rumahnya di Jakarta dan fyi pesen taksi online disini butuh stok sabar banyak banget, lamaaa nunggunya.

Nah yang terakhir nih, pamer dong....
Mau lihat hasil belanjaanku?








Cantik-cantik kan?
Ada banyak warna lainnya loh....dan webbing ini aku jual #promosiujungnyateteup
silahkan mampir ke tokoku di shopee.co.id/ummiqu

Next time insyaa Alloh mau ke Soember Baroe dan Sylvania :)

#inipengalamanku


Friday, 29 December 2017

Belanja Buku Impor Handmade di Bookdepository


Tulisan di penghujung tahun 2017 nih, sebenernya tulisan ini sudah mengendap lama di draft blog tapi mood tidak sejalan dengan semangat belanja buku waktu itu..

Kayaknya singkat aja tulisan kali ini, tentang pengalaman belanja online buku handmade dari luar negeri. Sudah lama aku pengin impor sendiri buku-buku handmade jepun/jepang yang sudah dalam versi bahasa inggris, dengan berbekal hasil googling akhirnya pilihan jatuh pada www.bookdepository.com karena alasan yang klise FREE ONGKIR, yappp emang beneran free.





Selain bookdepository sebenarnya ada juga amazon, ebay, tapi ongkirnya mahal pun (khusus buku versi inggris ya). Sebenarnya di Indonesia ada juga tokonya loh kaya kinokuniya, periplus, biasanya sih di Bandara adanya, terus di mall-mall besar di Jakarta tapi harganya mihil.

Terus bagaimana cara order di bookdepository?

Pertama, sign up alias daftar untuk membuat akun di web ini, selanjutnya ya kaya belanja di marketplace biasa aja.

Yang jadi catatan sewaktu aku order adalah pemilihan mata uang, awalnya karena ingin mengetahui harga buku jika dalam rupiah maka mata uangnya saya pilih rupiah. Ternyata pas ga bisa di check out kaya gambar di bawah.


Jadi setelah diganti jadi USD baru muncul paypal saat check out


Selanjutnya tinggal ngisi pembayaran, kebetulan saya pake cc temen, VISA. step by step pembayarannya kebetulan ga aku capture, ikuti aja petunjuk di sana yes?

Salah satu alasan aku males belanja online sendiri dari luar negeri itu satu, kartu kredit :(

Nah berikut tampilan order yang sukses


Selanjutnya kita dapat memantau status dari orderan kita via web seperti ini


Selain itu, update status order juga akan dikirim via email kita yang terdaftar/digunakan untuk mendaftar akun di bookdepository.


Fyi, buku tersebut dikirim dari eropa (Inggris) dan sampai di Indo kurang lebih 3-4 minggu, free ya ga ada tambahan biaya apapun....

Packingan dari eropa sana sangat oke, pakai amplop tebel kaya kardus, ukurannya pun bervariasi sesuai ukuran buku yang dikirim. Ini nih salah satu buku yang aku beli :)


#Inipengalamanku

Monday, 30 October 2017

Pengalaman Pertama Menjahit Kulit Sintetis dengan Sepatu Teflon

Assalamualaikum...
Udah Oktober buntut banget ternyata, udah mau ganti tahun lagi :(
Dan ternyata udah lama banget ga nulis di sini, dan hari ini dapat hidayah buat nulis lagi

Kali ini aku mau sharing pengalamanku menjahit kulit sintetis yang namanya Sakura, kulsin ini aku beli di mbak Inen, lupa harganya tapi kalo ga salah sih 65.000/0.5m (lebar 1.5m).

Ga panjang lebar ya, langsung aja
Awalnya aku jahit pakai sepatu stainless yang biasa, seret dong ga mau jalan, benangnya jadi berundet kusut deh dan melukai kulsinnya



Nah foto yang di bawah ini udah ganti pakai sepatu teflon, lanjar jaya ga pakai macet lagi jahitannya



Kayak gini hasil jahitannya, udah kaya jahit kain biasa :)


Ini nih tas pertama yang kujahit pakai kulsin sakura dan sepatu teflon, simple tote....lumayan lah bisa dipakai buat jalan, padahal itu yang pas di kupingan ring jahitannya lompat cz ketebelan efek dari pertemuan lipatan inner dan outer.



Simple tote
Bahan : Kulit sintetis
Inner : Kanvas linen
Mesin jahit : Jaguar 594

Ayo yang belum nyoba dan belum berani jahit kulsin bisa nyoba pakai kulsin sakura ini, jangan lupa sepatu teflonnya, murece kok cuma 5rb dan aku beli di tokopedia :)


#inipengalamanku

Friday, 14 July 2017

Review Buku Happy Homemade Sew Chic Kids

Yeay another sewing book
Buku kali ini ditulis oleh Ruriko Yamada, yes masih dari jepang sana dengan versi berbahasa inggris


Cover depan

Judul Buku : Happy Homemade Sew Chic Kids
Penulis : Ruriko Yamada
Penerbit : Tuttle Publishing
Isi : +/- 63 halaman (exc cover), 20 projects

Cover belakang


Seperti buku sewing for girls, buku ini juga dilengkapi standar ukuran anak-anak yang digunakan dalam proyek-proyek di buku ini


Ada juga bagian yang membahas tentang perlengkapan yang diperlukan untuk menjahit proyek-proyek pada buku ini, termasuk tips menjahit dan mentransfer pola/pattern kaya gambar di bawah ini




Buku ini berisi 20 design pakaian untuk anak-anak, boys and girls yes, berikut beberapa contoh design dalam buku ini

For girls







That girl really look like my friend's daughter,

Nah berikutnya adalah proyek campuran for boys and girls




Ohya setelah beberapa kali beli buku jepang dan taiwan, ada satu perbedaan antara keduanya yang lumayan penting, apakah itu?

Buku atau majalah dari taiwan hampir semuanya (yang pernah aku lihat) menampilkan foto riil/tutorial foto produk asli untuk setiap proyek yang ditampilkan di buku sehingga lebih memudahkan untuk newbie sekalian, kayak gini (contoh)


Berbeda dengan buku dari jepang yang menampilkan ilustrasi grafis untuk step by step/how to make dari setiap proyek yang dimuat di buku jadi perlu effort lebih untuk memahami langkah-langkahnya, kayak buku ini nih



Yang sudah mafhum, buku jahit impor selalu dilengkapi dengan pola riil yang langsung dapat digunakan dengan cara ditransfer/dipindahkan mengikuti instruksi yang tercantum di buku.


Wanna try this projects??

#initulisanku





Wednesday, 12 July 2017

Kanvas Premium itu BEDA dengan Kanvas Impor




Pernah menemukan seller kain online yang menjual kain kanvas dengan caption kanvas impor?
Pasti pernah dong ya.....sering malahan
Tapi bener ga sih itu kanvas impor?

Aku lumayan penasaran karena pada tulisan sebelumnya, aku pernah nulis tentang kanvas impor dan linen jepang, ternyata kanvas impor yang aku jadikan referensi itu bukan kanvas impor #isinkadungnulis

Berangkat dari pengalaman tersebut, aku akhirnya jadi suka beli kain dari berbagai seller untuk mengetahui kualitas kainnya sekaligus melepaskan diri dari kebingungan tentang nama kain...
Kalau kalian baru mulai menyukai dunia crafting khususnya bag making, kalian mungkin akan sedikit bingung dengan istilah kanvas impor, kanvas linen, linen dan akan shocked dengan perbedaan harganya #akubanget

Tulisan kali ini aku pengen sharing pengalaman dengan dua kanvas di atas, dan poin pentingnya adalah bahwa kanvas premium itu BUKAN dan tidak sama dengan kanvas IMPOR, totally different #tsahhhh

Lets see
Can you guess? Which one is imported fabric?



Kalau berdasarkan pengamatan kasat mata #uhuk
Kanvas impor yang sering disebut oleh seller online sejatinya sebagian besar adalah yang lebih dikenal sebagai kanvas premium, kanvas ini teksturnya kaku, seratnya besar (pinggiran yang digunting akan mbrudul benangnya) dan lebarnya rata-rata 150cm, dan dari pewarnaannya kurang bagus, mbeleber gitu tintanya jadi motifnya agak kabur/buram, dan yang paling gampang ditandai adalah kanvas premium ini biasanya copas motif linen, jadi motifnya pasaran dan bikin yang beli linen asli jadi nangis bombay....


Ini nih foto detilnya kanvas premium (bawah)


Satu lagi, kanvas premium yang seratnya gak rapat ini juga mengakibatkan warna permukaan bagus tembus ke permukaan buruknya


Dari segi harga jelas kanvas premium ini jauh lebih murah dari kanvas impor, bisa sepertiga harga yang impor.....

Berbeda dengan kanvas premium, kanvas impor memiliki tekstur yang lembut, serat rapi dan rapat jadi tidak mbrudul, lebar kain rata-rata 110-115cm, motif unik dan tidak pasaran, warna dan tinta rapi dan tajam.


Foto detil kanvas impor


Serat kanvas impor kecil dan rapat jadi warna tidak tembus dan pinggirannya pun rapi


Kalo harga ya gitu deh, kanvas ini aku beli pas lagi disc aja 55.000/0.5m

Penasaran?
oke, aku punya temen :D

Next time, aku mau membandingkan antara linen jepang, taiwan, dan korea #semogagakmales

#initulisanku

Craft Book

Review Buku Big Shinny "Back Pack"

Tulisan pertama di hari pertama bulan maret Ternyata baru sadar februari kemarin ga nulis apa-apa, keseringan bolak-balik pulang kampung ...

Must Read